MADAH 319-323


M 319
Maksiat hati karena ia bersifat maknawiyah dan rohaniah, sehingga tidak dapat dilihat oleh mata. Serta susah untuk dipikirkan oleh akal. Maka selalu saja terabai dan terbiar. Tidak ada orang yang sibuk akan membanteras gejala hati ini, bahkan yang punya diri sekalipun. Padahal penyakit masyarakat sumbernya dari sini. Kalau penyakit lahiriah saja yang akan dibanteras ibarat pohon kayu yang berbahaya. Kita hanya membuang daun-daun dan ranting-rantingnya saja. Sedangkan pohonnya masih dibiarkan hidup.

M 320
Kebanyakan orang Islam apabila dia tidak membuat maksiat lahiriah seperti berzina, minum arak, mencuri, membunuh, merampok atau berjudi merasa senang hati dan relax saja. Tidak ada usaha-usaha lagi untuk membanteras maksiat dirinya. Padahal rasa riyak, sombong, ujub, hasad, berdendam, tamak, bakhil, ingin dipuji masih bersarang dan berakar umbi didalam hati. Terutama penyakit ini selalu terjadi kepada pemimpin, alim ulamak, cerdik pandai dan orang kaya yang berjabatan tinggi.

M 321
Kalaulah untuk membanteras gejala-gejala masyarakat sangat susah. Lebih susah lagi untuk membanteras gejala-gejala hati. Karena gejala masyarakat berpuncak dari hati.

M 322
Gejala masyarakat dapat dilihat oleh mata, gejala hati dapat dilihat oleh hati.

M 323
Kalau mata sudah buta sudah tentu tidak dapat melihat gejala-gejala masyarakat. Begitu juga kalau hati buta tidak dapat melihat lagi gejala-gejala hati.

No comments:

Bumi Tuhan... Bersaksilah