MADAH 294-298


M 294
Seseorang itu menemui cintanya pada waktu sunyi dan pada waktu berdua-duaan. Di situlah dia akan melepaskan rasa cintanya. Begitulah kalau seseorang itu menjadikan Allah swt cinta agungnya. Tentu dia suka bersunyi-sunyi dengan Allah swt seperti pada waktu malam yang sepi, pada waktu makhluk semua tidur nyenyak. Pada waktu itulah dia merintih, memuja, mengadu, memohon dan melepaskan rindunya kepada cinta agungnya. Jika sepanjang malam seseorang itu membuat tahi mata, membuta. Bukanlah Allah swt itu cinta agungnya. Ada selain Allah swt cinta agungnya.

M 295
Biasanya seseorang itu jika terlalu cinta kepada istrinya atau kepada seseorang dengan mendalam. Maka dia sangat menjaga perasaan istrinya atau cintanya. Apa saja yang diminta diadakannya. Bahkan yang tidak dipinta juga diberinya. Arahannya dipatuhinya. Disuruhnya dia pergi. Dijemputnya dia datang. Janjinya ditepatinya. Begitu juga hamba Allah swt yang sangat cinta kepada-Nya. Apa saja yang diminta ditunaikannya. Bahkan yang tidak diminta juga dibuatnya. Seluruh arahan-Nya dikerjakannya. Segala yang dilarang-Nya ditinggalnya. Dicari-carilah apa yang diredhai-Nya. Takut sekali kalau terlanggar apa yang dibenci-Nya. Begitukah kita?  

M 296
Daripada meratapi keluarga yang meninggal dunia atau yang terpisah dari kita. Lebih baik meratapi diri sendiri. Apakah dosa kita diampuni oleh Allah swt? Apakah amalan kita diterima oleh Allah swt?.   

M 297
Busuk bangkai atau kudis maka hidunglah yang menjadi sasaran. Untuk keselamatan maka tutup hidung sehingga selesai masalah. Tetapi busuk hati maka masyarakat yang menjadi sasaran. Tidak mudah untuk dibendung akibat kebusukannya. Ia terpaksa ditutup dengan undang-undang, hukuman dan didikan. Serta terpaksa mengorbankan banyak tenaga, uang dan waktu.

M 298
Buta mata semua orang sadar. Tetapi buta akal lebih-lebih lagi buta hati banyak orang yang tidak sadar. Sekalipun yang empunya.

No comments:

Bumi Tuhan... Bersaksilah