Untuk Dia  

Sosok agung Khadijah binti Khuwailid ra yang telah menemani Rasulullah SAW selama 25 tahun menjadi istri beliau......bahkan ketika pertama kali Rasulullah SAW menerima wahyu.....beliau pulang dalam kondisi ketakutan dan menggigil badannya.....kemudian meminta Khadijah untuk menyelimutinya......Selimuti aku.....Selimuti aku.....Kemudian Khadijah menyelimutinya hingga hilang rasa takutnya.....setelah Rasulullah SAW menjelaskan semua kejadian yang dialaminya dan mengatakan.....Sesungguhnya aku cemas atas diriku akan binasa.....Khadijah pun menghibur beliau dengan mengatakan.....JANGAN TAKUT....DEMI ALLAH....TUHAN TIDAK AKAN MEMBINASAKAN KAMU....KAMU SELALU MENYAMBUNG TALI PERSAUDARAAN....MEMBANTU ORANG YANG SENGSARA.....MEMULIAKAN TAMU....MENOLONG ORANG YANG KESUSAHAN KARENA MENEGAKKAN KEBENARAN.......

Akhwat.....beberapa hal di bawah ini setidaknya menjadi renungan bagi ukhti sebagai istri supaya disayangi dan di cintai suami......


Jangan membiarkan suamimu memandang dalam keadaan dirimu tidak
menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu
membuat suaminya bahagia.

Senyuman senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang oleh sang suami.

Perbanyaklah mencari keridhaan suami dengan mentaatinya, sejauh mana
ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu
kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.

Pilihlah waktu yang tepat untuk meluruskan kesalahan suami.

Jadilah dirimu orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali menyebut-nyebut kekurangan suami anda kepada orang lain.

Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.

Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat diniyah yang ada pada laki-laki tersebut.

Janganlah engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.

Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang disenanginya dan ucapan yang disenanginya pula.

Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling
menghormati dalam semua urusan.

Merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya.

Janganlah engkau menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan materi ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup.

Biasakanlah dirimu tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia
bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih.

Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara.

Janganlah banyak mengingatkan bahwa engkau pernah meminta sesutu
kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika engkau tahu bahwa ia mudah untuk diingatkan.

Janganlah engkau mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suamimu dan ia tidak suka melihatnya.

Bila engkau melihat suamimu shalat sunnah di rumah, hendaknya kamu berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca, hendaknya kamu duduk mendengarkannya.

Jangan berlebih-l;ebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan suami, tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di depanmu.

Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah, baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong anda mendahulukan pendapatnya.

Janganlah engkau mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan
jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya.

Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya sekalipun kepada kedua orang tuanya.

Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa dirimu lebih tinggi derajatnya dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu.

Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka kamu punya kewajiban untuk menjenguk bersamanya.

Sesuaikanlah peralatan rumah tanggamu dengan barang-barang yang
disenangi suamimu.

Jangan sampai kamu meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar
dengannya.

Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur.

Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah menjadi suamimu.

Janganlah kamu berbicara dengan sang suamimu, seakan-akan dirimu suci dan dia berdosa.

Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan menangis ketika dia gembira.

Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suamimu di hadapannya.

Perlihatkan kepada suamimu bahwa kamu turut merasakan apa yang dirasakan sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan tujuannya.

Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan.

Jauhilah sifat dusta karena hal itu akan menyakitkannya.

Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan sesuau kepadamu.

Selamat Berjuang.....


AddThis Social Bookmark Button


0 comments: to “ Untuk Dia

Related Posts with Thumbnails

Bumi Tuhan... Bersaksilah

 

Design by Amanda @ Blogger Buster